Jumat, 25 Januari 2013

Perencanaan Tranfortasi dalam Bangunan


Rancangan Tranfortasi Dalam Bangunan
Salah satu masalah yang menjadi pemikiran pertama pada perencanaan bangunan bertingkat banyak ialah masalah transportasi vertikal umumnya dan transportasi manusia khususnya. Transportasi vertikal ini digunakan untuk memberikan kenyamanan dalam berlalu lalang di bangunan tersebut. Alat transportasi tersebut mempunyai sifat sebagai alat angkut dalam bentuk :
a.      Vertikal Berupa Elevator
b.      Horisontal Berupa Konveyor
c.       Miring Berupa Eskalator

 Elevator     
 Elevator sering disebut lift adalah kereta alat angkut untuk mengangkut orang atau barang dalam suatu bangunan yang tinggi. Lift dapat dipasang untuk bangunan-bangunan yang tingginya lebih dari 4 lantai karena kemampuan orang untuk naik turun dalam menjalankan tugas atau keperluannya dalam bangunan tersebut hanya mampu dilakukan sampai dengan 4 lantai.

    Pemilihan kapasitas-kapasitas lift akan menentukan jumlah lift yang mempengaruhi pula kualitas pelayanan gedung, terutama proyek-proyek komersial.

    Instalasi lift yang ideal adalah yang menghasilkan waktu menunggu disetiap lantai yang minimal, percepatan yang komfortabel, angkutan vertikal yang cepat, pemuatan dan penurunan yang cepat di setiap lantai.

     Lift dapat di bagi menurut fungsinya yaitu :
  1. Lift penumpang (Passenger Elevator) digunakan untuk mengangkut manusia.
  2. Lift barang (Fright elevator) digunakan untuk mengangkut barang.
  3. Lift uang/makanan (Dumb waiters).
  4. Lift pemadam kebakaran, biasanya lift ini berfungsi sebagai lift barang.
    Untuk menentukan kriteria perancangan lift penumpang, perlu diperhatikan : tipe dan fungsi dari bangunan, banyaknya lantai, luas tiap lantai, dan intervalnya. Selain itu perlu dibedakan dari kapasits (car/kg), jumlah muatan, dan kecepatan. Seperi contoh yaitu kapasitas (Car/kg) 900, jumlah muatan 13 orang dengan kecepatan 40 m/menit, kapasitas 1150 jumlah muatan 17 orang dengan kecepatan 90m/menit.

     Makin tinggi bangunannya makin tinggi pula kecepatannya. Perlu diperhatikan bahwa kapasitas, jumlah muatan, dan kecepatan untuk masing-masing lift tidak sama tergantung dari pabrik pembuatannya.

     Sistem penggerak dalam elevator juga berbeda-beda yaitu :
  1. Sistem gearless, yaitu mesin di atas digunakan untuk lift kantor, pertokoan, hotel, apartemen, rumah sakit dan sebagainya.
  2. Sistem hydolic yaitu mesin dibawah terbatas 3 – 4 lantai yang digunakan untuk lift uang dan makanan.
     Karena pemasangan lift baru dianggap efisien setelah tinggi bangunan 4 lantai ke atas, maka sistem yang digunakan adalah gearless (mesin diatas).

     Rumah lift dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
  1. Lift Pit yaitu tempat pemberhentian akhir yang paling bawah, berupa buffer sangkar dan buffer beban pengimbang.
  2. Ruang luncur (Hoistway) yaitu tempat meluncurnya sangkar/kereta lift, tempat pintu-pintu masuk ke kereta lift, tempat meluncurnya beban pengimbang (counter weight), dan tempat meletakkan rel-rel peluncur dari kerete lift dan beban pengimbang.

Ruang mesin yaitu tempat meletakkan mesin/motor traksi lift dan tempat panel control (mengatur jalannya kereta).   



      Bentuk dan Macam Lift

    Bentuk dan macam lift tergantung dari fungsi dan kegunaan gedung. Bermacam-macam lift menurut bentuknya yaitu :

  1.      Lift Penumpang (yang tertutup) yaitu suatu lift penumpang dengan ukuran, berat dan kecepatan tertentu sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Kecepatan rendah untuk low zone biasanya melayani bangunan bertingkat tidak lebih dari 10 lantai. Kecepatan sedang atau tinggi untuk high zone biasanya melayani bangunan bertingkat lebih dari 10 lantai.
  2.      Lift penumpang yang interiornya satu bidang atau lebih berupa kaca tembus supaya dapat menikmati pemandangan luar. Bentuk lift ini bermacam-macam, ada yang segi lima, segi empat, bulat dan sebagainya.
  3.      Lift untuk rumah sakit yaitu fungsinya untuk mengangkut orang sakit, ukuran lift biasanya memanjang dan pintu dapat dibuat 2 arah/2pintu.
  4.       Lift untuk kebakaran/barang, lift ini semua peralatan/perlengkapan, rangka dan interornya harus tahan terhadap kebakaran.
Kecepatan dan berat Lift
Dalam peraturan bangunan khusunya untuk lift, ketepatan berangkat dan berhentinya lift harus tanpa sentakan yang mengganggu penumpang, sehingga kecepatan dan berat akan menentukan kenikmatan dalam menggunakan lift.
  1. Untuk   4 s.d. 10 lantai, kecepatan   60 – 150 m/menit.
  2. Untuk 10 s.d. 15 lantai, kecepatan 180 – 210 m/menit.
  3. Untuk 15 s.d. 20 lantai, kecepatan 210 – 240 m/menit.
  4. Untuk 20 s.d. 50 lantai, kecepatan 270 – 360 m/menit.
  5. Untuk rumah sakit, kecepatan 150 – 210 m.menit.
     Ukuran berat tergantung dari besar dan jumlah penumpang yang dapat di tampung :
-          4 orang berat 320 kg
-          8 orang berat 630 kg
-          13 orang berat 1000 kg dan seterusnya.
     Adapun kriteria kualitas pelayanan elevator adalah waktu menunggu (interval, waiting time), daya angkut (Handling capacity) dan waktu perjalanan bolak-balik lift (Round tri time).

 A.  Waktu Menggu / Interval
Kesabaran orang untuk menunggu lift tergantung kota dan negara di mana gedung itu ada. Orang-orang di kota besar lazimnya kurang sabar dibanding dengan orang-orang di kota kecil. Untuk proyek-proyek komersil perkantoran diperhitungkan waktu menunggu sekitar 30 detik.


      Waktu menunggu  = waktu perjalanan bolak-balik dibagi jumlah lift.

Jika jumlah lift total dihitung atas dasar daya angkut pada beban puncak saat-saat sibuk, maka untuk proyek-proyek perkantoran yang beberapa lantainya disewa oleh satu penyewa, jumlah lift totalnya harus ditambah dengan 20-40 %, sebab sebagian lift ini di dalam zone yang disewa satu penyewa teresebut di pakai untuk lalu lintas antar lantai, sehingga waktu menunggu di lantai dasar memanjang menjadi 90 detik atau lebih.

Waktu menunggu juga sangat variabel tergantung jenis gedung, seperti contoh berikut :

a. Perkantoran   25 – 45 detik
b. Flat               50 – 120 detik
c. Hotel              40 – 70 detik
d. Asrama        60 – 80 detik

      Waktu menunggu minimum adalah sama dengan waktu pengosongan lift yaitu Kapasitas lift x 1,5 detik/penumpang. 

B.  Daya Angktut Lift / Hendling Capacity

Daya angkut lift tergantung dari kapasitas dan frekwensi pemuatannya. Standard daya angkut lift diukur untuk jangka waktu 5 menit jam-jam sibuk (rush hour).
     
 Daya angkut 1 lift dalam 5 menit adalah  :
                                 
HC =  5 x 60 x m               = 5 x 60 x m x N
                    w                                    T

  Dimana :
    m = kapasitas lift (orang) dan daya angkut 75 kg/orang.
    w = waktu menunggu (waiting time/interval) dalam detik = T/N
   Jika 1 zone dilayani 1 lift, maka waktu menunggu = waktu perjalanan bolak-balik lift, jadi :
          
           

Nanti di lanjut ????


Jumat, 07 September 2012

Lift Passenger

Produk dan Jasa Kami Meliputi :

-  Pengadaan dan pemasangan : Panoramic lift, Passenger lift, Hospital lift, Home lift, Cargo lift
   dan Dumbwaiter.
Service, Maintenance dan Repair : Elevator [ lift ], Escalator dan Travelator
-  Overhoul
-  Renovasi interior dan Modrenisasi control system

Untuk informasi Hubungi : Yadi Darmawan 0811 501 6019 - 0813 4959 6019 


Service Lift Panoramic



Karena kurangnya perawatan berkala / maintenance elevator / lift maka dapat mengakibatkan lapisan pada roller pintu cabin lift ini hancur.






Mesin Bed Lift 

 Tidak dapat berfungsi dengan baik pada roller pintu dapat menyebabkan :


  1. Buka / tutup pintu secara automatis kurang lancar
  2. Pada saat pintu buka / tutup menimbulkan bunyi
  3. Dapat terkikis rell pintu dengan roller
  4. Segera diganti




Minggu, 02 September 2012

Lift | Lift Penumpang | Passenger Lift



CV. Mitra Liftindo Pratama
Kontraktor Elevator [lift], Escalator, Dumbwaiter, Cargo Lift  


Produk Kami meliputi :

  • Pengadaan dan Pemasangan Elevator [lift] dan Escalator
  • Fabrikasi : Lift panoramic, Lift Penumpang, Bed Lift, Home Lift, Cargo Lift, Dumbwaiter 
  • Service, Maintenance dan Repair : Elevator / Lift, Escalator, Travelator, Dumbwaiter dan Cargo Lift.
  • Pengadaan dan Pemasangan Elevator with customized dimension
  • Overhaul
  • Renovasi Interior Lift & Design Interior
  • Modrenisasi Control System

CV. Mitra Liftindo Pratama bergerak dalam bidang jasa kontraktor Elevator, Escalator dan Dumbwaiter.

Aktivitas CV. Mitra Liftindo Pratama meliputi Penjualan, fabrikasi, Instalasi, Service dan Maintenance, serta modrenisasi control system dan Interior Lift.

CV. Mitra Liftindo Pratama berdiri resmi pada tahun 2012 di Banjarmasin Kalimantan Selatan, menjadi sebuah bentuk badan usaha di bidang alat transportasi vertikal di Indonesia.

Namun telah mempunyai pengalaman sejak tahun 1993 dan sudah banyak pekerjaan yang terselesaikan di wilayah Indonesia.

CV. Mitra Liftindo Pratama menawarkan produk Elevator dengan merk "Borneo" yang diantaranya : Panoramic Lift, Passenger Lift, Bed Lift, Home Lift, Cargo Lift dan Dumbwaiter.

CV. Mitra Liftindo Pratama dalam memproduksi Elevator [lift] menggunakan komponen import sesuai standart produk Internasional demi kepuasan konsumen. Kelengkapan keamanan adalah hal yang mutlak terpasang dari semua bagian komponen.



CV. Mitra Liftindo Pratama berusaha menjadi perusahaan Lift terbaik untuk melayani kebutuhan akan transportasi vertikal di Indonesia.

Memberikan pelayanan 24 jam untuk menangani masalah Elevator & Escalator untuk wilayah Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Marketing Hotline :

0811 501 6019 - 0813 4959 6019 



CARA MENGUNAKAN LIFT YANG AMAN
 
Didalam gedung bertingkat yang mempunyai jumlah lantai lebih dari 2, elevator adalah hal yang mutlak dibutuhkan untuk menunjang kegiatan didalam gedung tersebut. Apakah itu perkantoran, rumah sakit, mall, dsb. Dan tentu anda sudah terbiasa menggunakan elevator tapi tahukah anda bahwa sebenarnya ada tata cara dalam menggunakan elevator.

Mungkin jarang sekali anda temui elevator yang dilengkapi secara tertulis,  bagaimana tata cara menggunakan elevator yang baik dan benar.  Oleh sebab itu kita sering melihat orang yang menekan tombol arah naik dan turun sekaligus, Hal ini akan mengurangi kenyamanan penumpang elevator itu  sendiri, Karena elevator akan berhenti lagi dilantai tersebut yang sebenarnya orangnya sudah tidak ada. Ini akan mengurangi efisiensi waktu anda.
Berikut ini adalah tata cara penggunaan lift yang baik dan benar untuk menghindari kecelakaan dan hal-hal lain yang tidak kita inginkan.

Sebelum masuk kedalam Elevator / Lift :

• Berdiri di belakang calon penumpang terdahulu antri
• Tentukan arah, tekan salah satu tombol saja  “naik” atau turun sesuai lantai yang anda kehendaki.
• Mendekat pada lift yang tanda kedatangannya  menyala
• Bila membawa anak kecil, pegang tangannya
• Dahulukan orang tua, ibu hamil, dan orang cacat / dengan kursi roda
• Apabila lift penuh, tunggu lift berikutnya
• Dahulukan penumpang yang keluar
• Gunakan lift barang apabila membawa barang berat dan menyita tempat
• Hati-hati pada saat melangkah masuk
• Jangan menekan kedua tombol sekaligus naik dan turun
• Jangan menekan tombol secara berulang-ulang
• Jangan menekan tombol menggunakan benda / barang keras / basah
• Jangan mencoba membuka pintu dengan paksa
• Jangan memaksa masuk car lift pada saat pintu mulai menutup
• Jangan mencoba menahan pintu dengan tangan, kaki, atau mengganjal dengan barang





Pada saat di dalam Elevator / Lift :

• Berdiri di bagian belakang car dan menghadap ke pintu
• Berpegangan pada hand rail (apabila ada)
• Pegang erat bila membawa anak kecil atau binatang peliharaan
• Perhatikan baik-baik lampu indikasi penunjuk lantai
• Jangan memaksa masuk ke dalam car lift apabila sudah penuh
• Jangan membuat gaduh/ bercanda, bergerak berlebihan di dalam car lift
• Jangan berusaha membuka pintu saat lift berjalan
• Jangan sampai ada barang  yang terjepit pintu
• Jangan mendorong / menekan pintu saat lift berjalan
• Jangan bersandar dan membelakangi pintu lift
• Jangan menggunakan lift pada saat terjadi kebakaran
• Jangan merokok di dalam lift
• Jangan menekan tombol lantai yang tidak perlu atau berulang-ulang
• Jangan membuang sampah apapun di dalam lift
Semoga bermanfaat. Terimakasih

TIP BERJALAN DI ESCALATOR

Mungkin anda pernah mendengar berita mengenai seorang anak yang mengalami kecelakaan karena tanganya terjepit eskalator dan si anak itu terjepit dalam waktu yang cukup lama karena harus menunggu petugas datang untuk menghentikan eskalator.
Saya coba memberikan tips-tips dan pengalaman saya untuk menghindari kecelakaan akibat eskalator.

Berikut ini tips aman berjalan di eskalator :

1. Selalu melihat kedepan, searah dengan jalanya eskalator. Hal ini untuk mengantisipasi apabila didepan ada halangan atau batas eskalator atau pengguna eskalator di depan anda terjatuh

2. Berpeganganlah pada handrail yang disediakan sehingga kita tidak mudah terjatuh. Karena dalam posisi di eskalator kita mudah sekali kehilangan keseimbangan

3. Hindari bagian tepi dari setiap anak tangga, karena sangat beresiko menjepit kita. Biasanya ada garis batas warna kuning ditepi anak tangga tersebut sebagai pembatas tempat kaki kita

4. Menggunakan alas kaki yang aman, karena beberapa alas kaki tidak diperkenankan untuk digunakan saat berada di eskalator

5. Hindari membawa anak didalam stroller saat menggunakan eskalator. Lebih disarankan menggunakan elevator atau lift. Tetapi apabila terpaksa lebih baik posisi anak tidak didalam stroller

6. Berikan informasi mengeanai bahaya dari penggunaan eskalator yang tidak tepat. Misal bermain diatas eskalator, atau tidak berpegangan pada handrail dsb

7. Apabila terjadi kecelakaan, temukan tombol untuk mematikan eskalator yang biasanya terletak dibagian sisi ujung eskalator baik di bagian atas maupun di bagian bawah dari escalator, tombol tersebut berwarna merah. Atau anda bisa mendorong dengan kaki karet dibagian ujung eskalator dibawah handrail